Artikel Seru dan Menarik

Jerman yang Tangguh dan Brazil Yang Rapuh

Jerman keluar sebagai juara piala dunia 2014 di Brazil setelah berhasil mengalahkan Argentina lewat extra time melalui aksi cantik dan sepakan cepat dari Mario Goetze. Skor berubah menjadi 1:0 dan itu menjadi skor penentu kemenangan Jerman.

Jerman yang begitu tangguh baik di lini depan maupun lini belakang memang layak keluar sebagai juara piala dunia karena mereka sangat konsisten sejak babak penyisihan group.

Ketangguhan Jerman sangat bertolak belakang dengan tuan rumah piala dunia yaitu Brazil yang tampil begitu rapuh dihadapan Jerman. Dipermalukan didepan supporter sendiri dan negara mereka sendiri. Brazil harus menanggung malu akibat kekalahan 7:1 dari Jerman.

Mitos kalau tim eropa tidak mampu menang kala piala dunia digelar di benua amerika latin berhasil dimentahkan oleh Jerman, dan hal tersebut terbukti malam ini ketika Jerman tampil begitu superior saat melawan argentina.
Argentina meski dihuni pemain terbaik dunia dan pemenang balon D'or 4 kali yaitu Leonel Messi, mereka tidak mampu berbuat banyak dan harus menerima pil pahit kegagalan mereka menjuarai piala dunia.

Juara Dunia 4 Kali itu Adalah Jerman

Jerman kembali mencatat sejarah baru di piala dunia 2014 Brazil. Setelah melaju ke babak final dan berhadapan dengan Argentina dan memenangkan laga melawan Argentina dengan skor tipis 1:0. Akhirnya Jerman keluar sebagai juara piala dunia untuk ke empat kalinya.

Joachim Loew sebagai juru racik Jerman memang terkenal lihati dalam merancang strategi. Terbukti beberapa kali, termasuk salah satunya saat mengalahkan Brazil dengan skor yang amat besar yaitu 7:1.

Kini strategi Joachim Loew terbukti manjur karena berhasil melumat Argentina meski dengan skor tipis 1:0 namun berkat keunggulan tersebut Jerman keluar sebagai juara dunia dan menjadi pemegang juara dunia terbanyak nomor 2 dibawah brazil yang memenangkan piala dunia sebanyak 5 kali.


Jerman keluar sebagai juara piala dunia 2014 di Brazil setelah berhasil mengalahkan Argentina. Perjuangan Jerman sangat keras karena kemenangan yang mereka raih tidak mudah. 90 menit waktu normal tidak mampu di manfaatkan Jerman untuk mengalahkan Argentina.

Mario Goetze menjadi pahlawan kemenangan bagi jerman, satu-satunya gol yang dicetak oleh Mario Goetze menjadi penentu Jerman untuk mengunci gelar juara dunia mereka yang ke empat kalinya.

Setelah 90 menit berlalu dan ditambah extra time, Jerman akhirnya bisa memecah kebuntuan atas kuatnya perlawanan Argentina di laga final Piala Dunia 2014. Gol Die Mannschaft itu dilesakkan Mario Goetze di menit 112.

Di pertandingan yang berlangsung di Estadio do Maracana, Rio de Janeiro, Senin ini kedua tim tampil sama kuat. Babak pertama dan kedua waktu normal tidak ada gol tercipat.

Andre Schuerrle sukses mengirimkan umpan dari sayap kiri di menit 112. Goetze sukses mengontrol bola, lalu memasukkan bola ke gawang Sergi Romero. Jerman unggul 1-0.

Jerman Sebagai Juara Piala Dunia 2014 di Brazil

Jerman keluar sebagai juara piala dunia 2014 di Brazil setelah berhasil mengalahkan Argentina. Perjuangan Jerman sangat keras karena kemenangan yang mereka raih tidak mudah. 90 menit waktu normal tidak mampu di manfaatkan Jerman untuk mengalahkan Argentina.

Mario Goetze menjadi pahlawan kemenangan bagi jerman, satu-satunya gol yang dicetak oleh Mario Goetze menjadi penentu Jerman untuk mengunci gelar juara dunia mereka yang ke empat kalinya.

Setelah 90 menit berlalu dan ditambah extra time, Jerman akhirnya bisa memecah kebuntuan atas kuatnya perlawanan Argentina di laga final Piala Dunia 2014. Gol Die Mannschaft itu dilesakkan Mario Goetze di menit 112.

Di pertandingan yang berlangsung di Estadio do Maracana, Rio de Janeiro, Senin ini kedua tim tampil sama kuat. Babak pertama dan kedua waktu normal tidak ada gol tercipat.

Andre Schuerrle sukses mengirimkan umpan dari sayap kiri di menit 112. Goetze sukses mengontrol bola, lalu memasukkan bola ke gawang Sergi Romero. Jerman unggul 1-0.

Susunan Pemain:

Jerman: Neuer, Lahm, Boateng, Hummels, Howedes, Kramer (Schuerrle 31), Schweinsteiger, Mueller, Kroos, Oezil, Klose (Goetze 87)

Argentina: Romero; Zabaleta, Demichelis, Garay, Rojo, Biglia, Mascherano, Perez (Gago 85), Messi, Lavezzi (Aguero 46), Higuain (Palacio 77)

Goetze Jadi Pahlawan Kemenangan Jerman atas Argetina Dalam Perebutan Gelar Piala Dunia

Setelah 90 menit berlalu dan ditambah extra time, Jerman akhirnya bisa memecah kebuntuan atas kuatnya perlawanan Argentina di laga final Piala Dunia 2014. Gol Die Mannschaft itu dilesakkan Mario Goetze di menit 112.

Di pertandingan yang berlangsung di Estadio do Maracana, Rio de Janeiro, Senin ini kedua tim tampil sama kuat. Babak pertama dan kedua waktu normal tidak ada gol tercipat.

Andre Schuerrle sukses mengirimkan umpan dari sayap kiri di menit 112. Goetze sukses mengontrol bola, lalu memasukkan bola ke gawang Sergi Romero. Jerman unggul 1-0.

Susunan Pemain:

Jerman: Neuer, Lahm, Boateng, Hummels, Howedes, Kramer (Schuerrle 31), Schweinsteiger, Mueller, Kroos, Oezil, Klose (Goetze 87)

Argentina: Romero; Zabaleta, Demichelis, Garay, Rojo, Biglia, Mascherano, Perez (Gago 85), Messi, Lavezzi (Aguero 46), Higuain (Palacio 77)

Kisah Inspiratif: Pintu Itu Telah Membuka Mataku

Kisah Inspiratif: Bagi orang tua, memang tak ada hal yang lebih menyedihkan ketimbang melihat anaknya terbaring sakit dan harus menjalani berbagai treatment medis yang menyakitkan. Namun itulah yang harus kuhadapi selama beberapa bulan ini. 

Anakku mengalami masalah kesehatan yang sangat serius sehingga mengharuskannya menjalani berbagai terapi. Setiap jam, setiap menit, bahkan tiap detik selalu kami habiskan untuk bersedih dan memikirkan kesehatan anak kami.

Hampir saja kami mengalami depresi dan putus asa karena kesehatan anak kami. Seolah tak pernah berhenti kami menghujat Tuhan atas apa yang terjadi pada anak kami. Rasanya tidak adil jika anak sekecil itu harus mengalami penderitaan yang begitu berat.

Suatu hari, aku berjalan di lorong rumah sakit menuju kamar anakku. Entah kenapa, kali ini ada sesuatu yang menarik perhatianku, dan membuatku sadar bahwa ada banyak sekali kamar dalam rumah sakit tersebut. Di dalamnya, ada banyak anak, seperti halnya anakku yang juga berjuang keras melawan penyakitnya.

Di kamar pertama, aku melihat dokter yang sedang melakukan operasi pada wajah seorang anak. Kondisinya mengerikan karena dia mengalami luka bakar parah di bagian wajahnya. Pemandangan ini membuatku miris, sehingga aku memutuskan terus berjalan.

Di ruang selanjutnya, kulihat seorang anak terbaring tak sadarkan diri dengan tubuh dikelilingi mesin dan alat bantu. Sementara itu, keluarganya mengelilingi sang bocah dengan pandangan putus asa. 

Aku melanjutkan perjalanan dan melihat ruang lain di mana seorang ayah sedang berbicara dengan dokter. Sekilas, dari pembicaraan mereka, kudengar bahwa anak bapak itu mengalami luka parah akibat tembakan pistol, sehingga harus segera ditangani.

Aku merasa ngeri dengan penderitaan para orang tua tersebut. Sambil berjalan, aku mulai berpikir bahwa ternyata masih banyak keluarga lain yang mengalami nasib kurang beruntung. Aku mulai merasa bersalah karena selama ini menganggap Tuhan tidak memperlakukan kami dengan adil.

Sampai akhirnya, aku tiba di ujung lorong dan mendapati kamar anakku sendiri. Ada sebuah kelegaan saat melihatnya berbicara dengan ayahnya, walau dalam kondisi lemah. Dokter member tahuku bahwa kondisinya berangsur membaik, dan aku pun mengucapkan syukur yang tiada terhingga. Memang tak ada ujian dari Allah yang terasa berat, jika kita menjalaninya dengan syukur.

Menit 17 Brazil Kalah 2:0 dari Belanda

Belanda menunjukkan superiornya dihadapan pendukung Brazil yang memenuhi stadion. Belanda yang tampil dominan tak butuh waktu lama untuk menjebol gawang Brasil yang dijaga Cesar. Belanda memimpin 1-0 berkat penalti Robin van Persie pada menit-menit awal.

Serangan cepat Belanda menimbulkan kepanikan di lini pertahanan Brasil. Pertandingan baru berjalan 2 menit, Thiago Silva yang kalah adu sprint dengan Roben terpaksa menarik kaus Arjen Robben hingga Robben terjatuh. Dalam tayangan ulang terlihat tarikan dan jatuh diluar kotak penalti yang berguling kedalam namun wasit menunjuk titik putih.


Van Persie yang menjadi suksesor sukses mengonversi tendangan penalti tersebut menjadi gol. Eksekusinya ke arah kanan tak bisa dijangkau oleh Julio Cesar.

Dimenit 17 Brazil kembali harus gigit jari karena kebobolan satu gol lagi. Gol berasal dari bola yang dihalau David Luiz dengan sundulan namun jatuh tepat dikaki pemain Belanda yang dengan santai menendang bola ke arah gawan dan goooool.

Susunan Pemain
Brazil: Julio Cesar; Maicon, Thiago Silva, David Luiz, Maxwell; Paulinho, Luiz Gustavo; Ramires, Oscar, Willian; Jo

Belanda: Cillessen; De Vrij, Vlaar, Martins Indi; Blind, Wijnaldum, Clasie, Kuyt; De Guzman; Van Persie, Robben

© 2013 Bhineka News. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks